FORKOM ALIMS

Tips Cegah Futur

Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah
besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah
karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan
tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang
sabar
.” (Ali Imran: 146)

Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena
bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah,
tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah
menyukai orang-orang yang bersabar.

Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan
umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi
pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan
lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah
(harian). Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya
semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami
menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti
aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu
longgar antar lawan jenis. Bagaimana cara mencegah futur? Berikut sedikit tips yang mudah diingat dari Forkom.

CEGAH FUTUR dengan DZIKRUL MAUT

Dzikir setiap saat dan selalu berdoa.

Ziarah kubur untuk merenung dan mengambil pelajaran, BUKAN untuk minta berkah kubur looooh!!! Kegiatan ini bisa mengingatkan kita pada masa depan yang pasti bernama KEMATIAN

Ingat kematian setiap saat dan melakukan amal saleh sebagai bekal di akhirat.

Kurangi melakukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Renungi hakekat diri dan sadari kelemahan diri.

Ungkapkan keluh-kesah kita pada Allah.

Lakukan shalat Qiyamul lail.

Membaca dan menelaah isi Al-Quran setiap hari.

Ada di lingkungan orang-orang saleh dan jauhi tempat-tempat maksiat.

Utamakan meraih balasan akhirat, jauhi mengejar keduniawian belaka.

Takut segala amal ibadahnya tidak diterima Allah sehingga senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya setiap saat.

Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq
(lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan
rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu
menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bish shawab

FORKOM ALIMS