FORKOM ALIMS

Mentoring itu Adalah…

Apakah pengertian Mentoring? Sebenarnya banyak sekali definisinya. Berikut ini beberapa definisinya:

  1. Traditionally, mentoring might have been described as the activities conducted by a person (the mentor) for another person (the mentee) in order to help that other person to do a job more effectively and/or to progress in their career. The mentor was probably someone who had “been there, done that” before. A mentor might use a variety of approaches, eg, coaching, training, discussion, counseling, etc (http://managementhelp.org/guiding/mentrng/mentrng.htm)
  2. Mentoring–from the Greek word meaning enduring–is defined as a sustained relationship between a youth and an adult. Through continued involvement, the adult offers support, guidance, and assistance as the younger person goes through a difficult period, faces new challenges, or works to correct earlier problems. In particular, where parents are either unavailable or unable to provide responsible guidance for their children, mentors can play a critical role (http://www.ed.gov/pubs/OR/ConsumerGuides/mentor.html)
  3. Mentoring is to support and encourage people to manage their own learning in order that they may maximize their potential, develop their skills, improve their performance, and become the person that they want to be (Eric Parsloe, the Oxford School of Mentoring and Coaching in http://www.mentorset.org.uk/pages/mentoring.html)
  4. Mentoring adalah sarana bagi seseorang yang ingin belajar untuk menjadi lebih dewasa, di mana dalam proses mencapai kedewasaan tersebut, diperlukan adanya bimbingan/arahan dari seorang yang disebut dengan mentor (Baban Sarbana, ILNA Learning Centre)

Mentoring merupakan bentuk kegiatan pengkajian Agama Islam yang terintegrasi dan diwujudkan dalam bentuk pengajian rutin siswa di sekolah serta kegiatan lain di luar sekolah seperti olahraga, tamasya, dan berbagai kegiatan training untuk pengembangan diri. Dalam pelaksanaannya, siswa yang terlibat akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok mentoring dipimpin oleh seorang pembimbing (mentor) yang merupakan alumni dari sekolah yang bersangkutan ataupun pihak luar yang memang diperbantukan untuk program ini. Umumnya para mentor masih duduk di bangku kuliah, namun tidak sedikit pula yang sudah mempunyai profesi (pekerjaan) dan berumah tangga. Mentor inilah yang nantinya akan melakukan proses pembinaan Islamiyah secara intensif kepada pesertanya.

Kegiatan Mentoring Agama Islam merupakan integrasi dari rangkaian pembinaan keimanan dan ketakwaan dan upaya untuk memberdayakan potensi generasi muda Islam agar menjadi manusia yang tangguh baik dari segi rohani maupun fisik serta berdaya saing tinggi.

 

  • Urgensi

    Setidaknya ada tiga alasan utama (EMAS)yang menjelaskan urgensi pelaksanaan Mentoring Agama Islam.

     

    • Efektif

    Tidak diragukan lagi bahwa menanamkan akidah dan moralitas kepada remaja atau pemuda adalah jauh lebih efektif daripada berdakwah kepada golongan tua yang telah sarat dengan kontaminasi kepentingan pragmatis dan ideologis.

    Usia muda adalah periode emas untuk belajar dan menanamkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keagamaan. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagaikan mengukir di atas air“.

    • MAssive

    Pembinaan melalui mentoring di sekolah-sekolah bersifat luas. Bayangkan hampir di setiap daerah ada sekolah, tidak hanya di daerah-daerah tertentu saja seperti Perguruan Tinggi. Jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi tentunya kuantitas siswa di sekolah lebih banyak bukan?

     

    • Strategis

    Dapat dibayangkan bila kegiatan pembinaan keimanan dan moralitas siswa menemui banyak keberhasilan, dakwah di sekolah mengalami kemajuan dan berkembang, maka di masa depan kita akan melihat tumbuhnya generasi yang berintelektualitas dan mempunyai keimanan yang tinggi serta berakhlaqul karimah yang akan mengisi dan mewarnai lembaga-lembaga profesi di masa depan; perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, birokrasi, perguruan tinggi, LSM, wiraswasta, dan tentu saja di masyarakatnya sendiri, baik sebagai pemimpin hingga level grass root (basis massa).

    Mereka akan menjadi agen-agen perubahan skala sistem, membersihkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dari kuman-kuman korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sudah akut. Mereka adalah generasi baru yang akan membawa bangsa kepada zaman baru, era baru yang lebih cemerlang, maju, adil, sejahtera, dan tentu saja berakhlak mulia.

Meledakkan Potensi Pemuda

Berbagai hal menyangkut perubahan, selalu dikaitkan peranan pemuda. Sejarah membuktikan itu. Di berbagai belahan dunia, perubahan sosial-politik menempatkan pemuda di garda depan. Peranannya menyeluruh, tak hanya mata air, tapi juga hulu, hilir sampai muara, bahkan pemuda sebagai air atau sumber energi perubahan. Tak tanggung-tanggung pemimpin besar seperti Bung Karno (Presiden RI Pertama) mengungkapkan kata-kata pengobar semangat “Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan Mahameru. Tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Begitu besarkah potensi pemuda? Tidak dapat disangkal lagi, kualitas generasi muda kita merupakan cerminan masa depan bangsa. Suatu bangsa yang gagal membina generasi muda – baik dari segi moralitas maupun kapabilitas – akan menjadi bangsa pecundang di kemudian hari.

Negara-negara maju di dunia sangat khawatir dengan kelanjutan masa depan negara mereka. Apalah artinya kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi, kekuatan militer, dan kepemimpinan atas dunia sementara generasi mudanya sedemikian rusak moralnya, bodoh, dan tidak bisa diharapkan di masa depan. Bayang-bayang kemunduran atau bahkan kepunahan sebagai bangsa tampak begitu mencekan dan menakutkan.

Bangsa kita pun juga dihadapkan pada masalah besar saat ini. Generasi muda kita tengah terjebak dengan berbagai masalah seperti narkoba, tawuran, seks bebas, budaya permissive yang kebablasan, kualitas SDM yang rendah. Selain itu korupsi dan kolusi yang merajalela, main mata penguasa dan pengusaha, kemaksiatan yang merata, dan intervensi asing yang leluasa, telah menegasikan keadilan dan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian bangsa. Saat ini kita seakan menemui kebuntuan dalam menentukan solusi yang terang.

Kebuntuan ini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Ada kerja besar yang harus dilakukan untuk sebuah perubahan besar di masa depan. Melahirkan generasi baru yang sama sekali berbeda. Menanamkan keimanan dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. Menumbuhkan ilmu pengetahuan di sel-sel otak mereka yang cerdas dan gemilang. Mengarahkan potensi generasi muda agar terarah dan berkembang.

Berbagai elemen bangsa harus bangkit dan saling bahu-membahu untuk mengembangkan berbagai program pembinaan generasi muda yang bermuara pencapaian kualitas iman dan takwa serta penguasaan ilmu pengetahun dan teknologi yang mumpuni. Maka kerja besar membangun peradaban besar sedang dimulai……..MENTORING, kata yang sudah tidak asing bukan.

to be continued

FORKOM ALIMS