FORKOM ALIMS

Akhwat Excellent “Membentuk Karakter Muslimah Da’iyah” (Yuti lg)

Judul Buku: Akhwat Excellent “Membentuk Karakter Muslimah Da’iyah”

Pengarang: Mazaya Hasyima’

Editor: Didik Hermawan

Penerbit: Smart Media, Solo

Tebal: 292 halaman

Dilihat dari sisi tugas dan kewajibannya, wanita muslimah memiliki persamaan dengan kaum laki-laki. Setiap wanita muslimah harus memiliki kemampuan bermasyarakat dan dapat memberikan pengaruh. Agar bisa terwujud, wanita muslimah harus memiliki karakter-karakter tertentu agar bisa menjadi cahaya bagi sekitarnya.

Buku ini mencoba membahas secara panjang lebar hal-hal yang harus diwujudkan dalam diri seorang muslimah, agar dia menjadi cahaya.

Wanita muslimah harus memiliki etika yang mulia mengikuti akhlak Rasulullah, berlaku jujur, tidak mau menjadi saksi palsu karena perbuatan tersebut diharamkan oleh Allah swt., selalu memberikan nasehat, mengajak berbuat kebaikan, tidak berbohong – menipu – berkhianat, menepati janji, menjauhi kemunafikan, bersikap pemalu, serta mandiri dan tidak meminta-minta.

Wanita muslimah juga seharusnya tidak mencampuri urusan orang lain, tidak membongkar aib orang lain, menjauhi perbuatan riya’ (pamer), adil dalam keputusan, tidak zhalim kepada sesama, adil terhadap orang yang tidak disukai, tidak bersenang-senang di atas duka orang lain, menghindari prasangka buruk, tidak menggunjing dan provokasi, tidak berkata keji dan mencaci, tidak mengolok-olok orang lain, lemah lembut kepada orang lain dan memiliki sifat kasih sayang. Read more

Kekuatan Shalat Subuh (by Teh Wardah)

Resume buku oleh Wardah Imaniyyah (FDC)

Judul buku: Kekuatan Shalat Shubuh

Pengarang: Syaikh Nida Abu Ahmad

Penerbit: An Nadwah

Resume:

  1. Shalat Shubuh merupakan ujian sulit

Tujuan Allah memberikan ujian adalah:

  1. Memaparkan hujjah agar tidak ada seorang pun yang merasa dizhalimi atau dikurangi haknya oleh Allah pada hari kiamat.
  2. Membisahkan sesuatu yang baik dengan yang buruk,
  3. Membedakan anatara orang-orang jujur dengan para pembohong.
  4. Mengetahui tingkat keimanan dan kejujuran cinta orang beriman.

Ciri khas ujian:

  1. Sulit
  2. Tidak berupa hal-hal yang mustahil

Shalat tidak boleh dikerjakan semau kita. Shalat harus didirikan pada waktu yang diinginkan Allah. Allah. Allah memuji orang-orang yang menjaga waktu-waktu shalat dalam firmanNya di QS. Al Ma’arij: 34 karena Shalat pada waktunya merupakan amal perbuatan paling utama di sisi Allah.

Tingkatan orang yang menyia-nyiakan shalat dan ancamannya:

  1. Kelompok yang tidak menerima shalat sama sekali, diancam dengan Saqar (QS. Al Muddatstsir: 42-43)
  2. Kelompok yang menerima shalat tapi tidak menunaikannya, diancam degan Ghayya (Jahannam) (QS. Maryam: 59)
  3. Kelompok yang tidak peduli dengan shalat. Baginya, terserah apakah ia menunaikannya diawal waktu atau menundanya. Diancam dengan Wail (kecelakaan) (QS. Al Ma’un:4-5)
  1. Keutamaan Shalat Shubuh Read more

Isti’ab oleh A Andi

Maraji’ :

Judul Asli                : Al-Isti’ab fi Hayatid-Da’wah wad-Da’iyah

Judul Terjemahan : Isti’ab. Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Da’wah

Penulis                    : Fathi Yakan

Dirangkum oleh : Andi Sasmita

Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan seorang da’i untuk menarik objek da’wah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dan lain sebagainya.

Da’i yang sukses adalah da’i yang mampu masuk dan dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan da’wahnya sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mad’u beragam. Pada dasarnya kemampuan untuk melakukan isti’ab merupakan keahlian yang paling penting dalam kepribadian seorang da’i. Tanpa isti’ab seseorang tidak akan pernah menjadi da’i karena selain kita harus sholeh secara pribadi juga harus sholeh secara sosial.

Tidak dipungkiri seorang da’i memiliki kemampuan yang berbeda dalam pelaksanaan isti’ab. Meski demikian seharusnya seorang da’i dituntut untuk memiliki batas minimal kemampuan isti’ab, terlebih lagi dalam suatu tanzhim (organisasi/jamaah). Jika standar minimal dalam isti’ab ini tidak deipenihi, maka seorang da’i tidak hanya sekadar tidak produktif tetapi juga bisa menjadi penghalang dalam proses produksi dan menyebabkan kemudharatan bagi Islam dan pergerakan Islam.

Berapa banyak orang yang hidup dalam nuansa da’wah dan memahami prinsip-prinsipnya tetapi tidak mau mentransfer nuansa-nuansa dan prinsip-prinsip itu walaupun hanya selangkah di luar lingkungannya.

Tingkatan-tingkatan kemampuan dalam isti’ab diisyaratkan dalam sebuah hadits:

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah mengutusku adalah bagaikan hujan yang turun ke bumi. Maka ada bagian bumi yang baik, ia menerima air hujan itu dengan baik lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yang banyak. Ada juga bagian bumi yang menahan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan air yang disimpannya, sehingga mereka bisa minum dan menyirami tanaman dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia sama sekali tidak bisa menyimpan air dan juga tidak menumbuhkan apapun. Demikian itu adalah perumpamaan orang yang diberi kepahaman dalam agama, lalu ia dapat memanfaatkan apa yang aku bawa itu, hingga ia senantiasa belajar dan mengatakan apa yang ia pahami. Dan perumpamaan orang yang sama sekali tidak ambil peduli dan tidak mau menerima petunjuk Allah yang aku sampaikan” (HR. Bukhari Muslim)

Isti’ab Eksternal

Yang dimaksud isti’ab eksternal adalah penguasaan terhadap orang-orang yang ebrada di luar da’wah, di luar pergerakan, dan di luar organisasi. Menyebarkan da’wah di tengah masyarakat hingga mereka percaya dan terpengaruh, lalu bergabung dan memperjuangkan da’wah adalah sebuah usaha yang susah dan berat, membutuhkan kemampuan dan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi. Siapa pun yang memiliki syarat ini, atau bahkan lebih dari itu maka ia akan menjadi da’i yang sukses. Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seorang da’i dalam proses isti’ab adalah.

  1. Kepahaman tentang agama

Untuk menjadi da’i tentunya seseorang harus memiliki pemahaman yang memadai tentang Islam. Setidaknya ia mampu membedakan antara halal dan haram, kebaikan dan kejahatan. Juga mengetahui berbagai hal yang wajib dan sunnah, mengetahui masalah aqidah dan hukum.

9.  (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (Az-Zumar :9).

6.  Dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu Itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (Saba’ : 6)

18.  Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui (Al-Jatsiyah : 18)

2. Teladan yang baik Read more

Komitmen Da'i Sejati ( Teh Ridha..)

Penulis: Muhammad Abduh

Penerbit: Al-I’tishom

Tebal: 232 halaman

Buku setebal 232 halaman ini memberikan kita panduan, tips, sekaligus bagaimana memahami masalah-masalah yang klasik selalu terjadi pada seorang aktivis. Buku ini wajib dibaca bagi seseorang yang mengaku sebagai Aktivis Dakwah Sekolah atau Dakwah kampus. Mengapa? Karena kesungguhan dakwah seseorang itu akan diuji pertama melalui komitmennya (iltizam). “Keputusan seseorang untuk bergabung dalam gerakan dakwah, menuntut orang itu untuk senantiasa meluruskan dan memperbarui komitmennya supaya tidak ada lagi awan keraguan yang menyelimuti dirinya.” Kalau tidak memiliki dasar yang kuat, panjang dan berlikunya dakwah ini akan dapat dengan mudahnya membuat kita goyah di tengah jalan. Bahkan, bukan tidak mungkinakan membuat kita lpa dengan tujuan kita sendiri untuk berada di dalamnya. Bagaimana bisa kita hanya menjalankan kewajiban dakwah ini bila kita tidak senang berada di dalamnya?

Buku ini terdiri dari empat bab. Bab pertama berjudul “apakah bentuk komitmen saya terhadap dakwah?’ Lebih lanjutnya adalah sebuah pengantar untuk memberikan pemahaman singkat mengenaikondisi masyarakat di Mesir di zaman Hasan Al Banna masih hidup. Saat itu, kondisi Mesir msih cukup rawan karena gencarya pengaruh misionaris pada masyarakat yang sebagian besar adalah muslim. Selain itu, pengaruh Barat pada Mesir dianggap memasung kemerdekan Mesir karena mempengaruhi pemerintahan yang berkuasa agar mau berpihak pada mereka. Akibatnya adalah munculnya pemerintahan yang korup, lalim, dan menjadi boneka Negara-negara Barat. Read more

Sirah Nabi (Rahayu Mulya..lp judul bukunya..)

Selama 4 pekan ada kejadian besar yang terjadi di mata orang musrik:

  1. Hamzah masuk Islam
  2. Umar masuk Islam
  3. Muhammad Saw menolak tawaran kesepakatan dengan kaum Quraisy

Hal tersebut membuat kaum musyrikin binging, mereka sadar jika darak Muhammad tumpah, maka mekkah pasti digenangi oleh darah manusia.

piagam kezaliman dan kesewenang-wengangan

  • kaum musyrikin berkumpul di perkampungan bani Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama menghadapi bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib
  • isi piagamnya: larangan menikah, jual beli, berteman, berkumpul, memasuli rumah , berbicara dengan mereka, KECUALI jika mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh
  • piagam selesai dibuat, lalu ditempel di tembok nagian dalan Ka’bah
  • Bani Hasyim dan Bani Muthalib bergabung jadi satu, baik yang muslim maupun yang kafir, kecuali ABU LAHAB

Tiga Tahun Pemboikotan

  • keadaan Bani HAsyim dan Bani Muthalib benar-benar mengenaskan dan kelaparan sampai-sampai hanya makan dedaunan dan kulit binatang, sering terdengar rintihan dari anak-anak dan wanita yang kelaparan.
  • bahan makanan bisa masuk lewat cara sembunyi-sembunyi, atau mereka hanya dapat berbelanja di bulan suci
  • Contoh peristiwa: Hakim Bin hizam pernah membawa gandum untuk diberikan kepada bibinya, Khadijah Ra. Read more

Untukmu Kader Dakwah (Teh Lia..)

Umm, tugasnya seru!!!
Bikin saya semangat untuk baca-baca buku lagi…Hohoho, banyak hal yang beda ketika kita mereview dibandingkan hanya membaca saja.
Kalau boleh saran, sebaiknya ada mekanisme evaluasi juga terkait tugas ini. Hehe, banyak yang belum ngumpulin ya?

Ok, HRD…besok kita syuro kan??

InsyaAllah saya ikut…Amanah baru nih buat saya untuk mendampingi kalian. Secara selama ini, otak terlalu disetting untuk mikir siyasi di keorganisasian. Jarang sekali pake perasaan, kepedulian dan empati. So, harus banyak belaja!!!! Ok dah, see you tomorrow…^^

-qisthina aulia-

RISALAH TA’LIM

Risalah ini merupakan strategi dalam tarbiyah dan pembentukan kader serta berisi tujuan-tujuan da’wah dan perangkat untuk mencapai tujuan tersebut.

AL FAHMU

Yang kami maksud dengan Al-Fahmu adalah,

“Anda yakin bahwa fikrah (pandangan) kami adalah fikrah Islamiyah yang solid, tangguh, serta Anda memahami bahwa Islam seperti apa yang kami pahami dalam kerangka dua puluh landasan (al-ushul al’isyrin).” (Hasan Al Banna)

1. Islam adalah sistem yang menyuluruh, yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan da’wah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga bahwa ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih

2. Al-qur’an yang mulia dan sunah rasul yang suci adalah tempat kembali setiap muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-qur’an sesuai dengan kaidah bahasa arab, tanpa takalluf (mamaksakan diri) dan ta’assuf (serampangan). Ia juga harus memahami sunnah yang suci melalui rijalul hadist (perawi hadist) yang terpercaya Read more

Ahlan wa sahlan…

Assalamualaikum wr. wb….

Ini postingan pertama kita….

Al-Bina Digital ini menjadi wadah kita dalam penyimpanan dan penyajian rivew buku yang Insya Allah diulas oleh para pengurus FORKOM………smgt yah……

FORKOM ALIMS