Protected: Time Table Forkom November 2009 – Januari 2010
Kematian Hati
Assalamu’alaikum wr.wb.
Ikhwah fillah. Taujih ini mungkin pernah antum baca atau dengar. Pada saat mabit Dauroh Tarqiyah ikhwan pun taujih ini pernah dibaca saat muhassabah. Saya coba post ke website FORKOM agar kita tetap mengingatnya & sebagai bahan pelajaran. Taujih ini ditulis oleh seorang kader da’wah bernama K.H. Rahmat Abdullah. K.H. RAHMAT ABDULLAH dilahirkan di kota Jakarta pada tanggal 3 Juli 1953. Putra kedua dari 4 bersaudara ini hidup dari keluarga asala Betawi yang sederhana dan taat beragama. Pada usia 11 tahun ia harus menapaki hidupnya tanpa asuhan sang ayah, karena saat itu ia telah menjadi seorang anak yatim. Beliau wafat pada 14 Juni 2005 di usia 52 tahun meninggalkan seorang isteri dan tujuh orang anak Salah satu buku beliau yang cukup terkenal adalah “Untukmu Kader Dakwah”. Kisah beliau pun pernah di-film-kan dengan judul “Sang Murobbi”. Berikut ini adalah petikan taujihnya sebelum beliau meninggal.
****
Kematian Hati
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.
Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?
Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya `dosa kecil’ itu dalam hatimu.
Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?
Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”
Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.
Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.
Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.
Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai `alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?
Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.
Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.
Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.
Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”
Dauroh Tarqiyah Forkom Alims
Assalamualaikum Wr. Wb.
Untuk semua pengurus Forkom, insyaAllah akan diadakan Dauroh Tarqiyah pada tanggal 7-8 November. Wajib untuk semua pengurus. Acaranya untuk ikhwan yaitu mabit dan dilanjutkan dengan outbound ahadnya, sedangkan untuk akhwat riyadhoh (olahraga) sabtu pagi dan outbound ahadnya. Ayo ayo….naik naik ke puncak gunung
Bayarnya murah koq cuma 15 ribu…
Untuk Ikhwan:
Kumpul hari Sabtu (7 Nov) jam 17.30 di Masjid Al-Huriyah IPB Dramaga
Mabit di Al-Huriyah
Outbound di Gunung Bunder
Untuk Akhwat:
Olahraga bersama, kumpul sabtu 7 nov jam 6.30 di IPB Dramaga
Kumpul Ahad jam 6.30 di BNI IPB Dramaga
Outbound di Gunung Bunder
Harap konfirmasi segera ke 08176710723
Ini dia foto gerbang gunung bunder….
Hiragana Sesi 2
Pekan ini kita belajar sepuluh huruf hiragana lagi yah. Semangat, semangat!!!
SA
SHI
SU
SE
SO
TA
CHI
TSU
TE
TO
Tata Bahasa
Penggunaan pola
(”watashi wa?desu”)
Pola
(”?wa?desu”) merupakan pola bahasa yang paling sederhana dan paling dasar dalam tata bahasa Jepang. Huruf ?, yang biasanya dibaca “HA” (wah, belum sampai ke huruf ini ya. Nanti kita kenalan lebih lanjut sama huruf ini J), berubah cara bacanya menjadi “WA”. Jadi, bukan huruf hiragana “WA” loh yang dipakai untuk partikel, tapi huruf “HA”. Sedangkan dua huruf terakhir itu,
, dibaca “DESU” (biasanya huruf “U”-nya tidak dilafalkan, jadi cuma “DES”).
Fungsi pola ini, yang paling dasar adalah, untuk menjelaskan siapa diri kita. Mari kita pelajari lebih lanjut pola ini.
|
Saya adalah mahasiswa Sekolah Bahasa Jepang Sakura |
|
|
Watashi wa sakura nihongo gakkou no gakusei ? desu |
|
|
Yamamoto adalah pegawai kantoran |
|
Yamamoto san wa kaishain desu |
|
|
Dia (perempuan) adalah pegawai bank |
|
Kanojo wa ginkouin desu |
|
|
Dia (laki-laki) adalah guru |
|
Kare wa sensei desu |
Nah, sekarang, coba perkenalkanlah dirimu memakai pola ini ^_^. Kalau ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, jangan malu buat bertanya ya. Kalau ada yang mau komen juga silakan banget.
Note:
Kaishain: pegawai kantoran
Ginkouin: pegawai bank
Gakusei: pelajar
Sensei: guru
Hiragana Sesi 1
Jenis huruf yang akan kita pelajari pekan ini adalah hiragana. Setiap minggunya, ada sepuluh huruf yang menanti untuk dipelajari. Sebelum mulai, kita kenalan dulu sama huruf yang satu ini, yuk. Zaman dulu, hiragana dikenali sebagai onna de (??) atau ‘tulisan wanita’ karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Karakteristik hurufnya pun luwes, berlekuk-lekuk, berbeda dengan katakana yang garisnya tegas. Hiragana mulai digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi. Bunyi huruf hiragana dan katakana sama dengan apa yang tertulis dalam huruf romawi, tapi ada beberapa yang pelafalannya berbeda.
Oke deh.. mari mulai. ^_^
A
I
U
E
O
KA
KI
KU
KE
KO
http://japanese.about.com/od/howtowritehiragana/ss/hiraganalesson2_5.htm
Latihan. Tanpa melihat tutorial, tulislah kembali huruf-huruf di bawah ini dengan menggunakan hiragana. Semangat… ^_^
|
6. KIA |
|
7. KAKU |
|
8. KIKE |
|
9. KOA |
|
10. IE |
Buat yang mau belajar dengan cara yang lebih menyenangkan, ada usulan website dari TehNur: http://learnthekana.com/the-hiragana-chart/ , http://www.learn-hiragana-katakana.com/ . Silakan dicoba…
Tata Bahasa
Memperkenalkan diri
Ketika memperkenalkan diri, sangat dianjurkan dilakukan sambil berdiri supaya lebih sopan. Posisi badan juga yang rapi, maksudnya berdiri tegak, tangan di samping, dan senyum dipasang di muka. Dengan suara yang cukup lantang (ngga usah teriak-teriak, yang penting terdengar jelas), ucapkanlah kata-kata berikut.
“Hajimemashite. Watashi wa nama lengkap desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.”
Sambil mengucapkan “Douzo yoroshiku onegashimasu”, sambil membungkuk sedikit ya, khas orang Jepang.
“Hajimemashite” itu adalah salam perkenalan, hanya dipakai ketika pertama kali bertemu dengan seseorang. “Watashi” itu “Saya”, sedangkan “wa” adalah partikel. Kalau di Bahasa Inggris, mirip-mirip sama “I am”. Hmm, kalau diartikan secara langsung sih, artinya kurang lebih seperti ini.
“Salam kenal. Nama saya siapa. Mohon bantuannya.” (Sebenarnya, kata Sensei-ku, “douzo yoroshiku onegaishimasu” itu memiliki makna implisit, “Kita kan udah kenalan nih. Inget2 nama saya ya!” )
Kalau mau agak panjangan, bisa ditambahin di depannya. Misalnya:
Nama saya Astrid Fauzia. Saya dari Indonesia. Saya mahasiswa tingkat lima Sastra Jepang FIB UI.
Jadinya:
“Hajimemashite. Watashi wa Indonesia kara kimashita. Astrid Fauzia desu. Indonesia daigaku no jinbun gakubu no Nihon gakka no gonensei desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.”
Berikutnya, Greetings bisa dibaca di
http://japanese-tutorial.blogspot.com/2007/08/greetings-and-daily-expressions.html
Mentoring itu Adalah…
Apakah pengertian Mentoring? Sebenarnya banyak sekali definisinya. Berikut ini beberapa definisinya:
- Traditionally, mentoring might have been described as the activities conducted by a person (the mentor) for another person (the mentee) in order to help that other person to do a job more effectively and/or to progress in their career. The mentor was probably someone who had “been there, done that” before. A mentor might use a variety of approaches, eg, coaching, training, discussion, counseling, etc (http://managementhelp.org/guiding/mentrng/mentrng.htm)
- Mentoring–from the Greek word meaning enduring–is defined as a sustained relationship between a youth and an adult. Through continued involvement, the adult offers support, guidance, and assistance as the younger person goes through a difficult period, faces new challenges, or works to correct earlier problems. In particular, where parents are either unavailable or unable to provide responsible guidance for their children, mentors can play a critical role (http://www.ed.gov/pubs/OR/ConsumerGuides/mentor.html)
- Mentoring is to support and encourage people to manage their own learning in order that they may maximize their potential, develop their skills, improve their performance, and become the person that they want to be (Eric Parsloe, the Oxford School of Mentoring and Coaching in http://www.mentorset.org.uk/pages/mentoring.html)
- Mentoring adalah sarana bagi seseorang yang ingin belajar untuk menjadi lebih dewasa, di mana dalam proses mencapai kedewasaan tersebut, diperlukan adanya bimbingan/arahan dari seorang yang disebut dengan mentor (Baban Sarbana, ILNA Learning Centre)
Mentoring merupakan bentuk kegiatan pengkajian Agama Islam yang terintegrasi dan diwujudkan dalam bentuk pengajian rutin siswa di sekolah serta kegiatan lain di luar sekolah seperti olahraga, tamasya, dan berbagai kegiatan training untuk pengembangan diri. Dalam pelaksanaannya, siswa yang terlibat akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok mentoring dipimpin oleh seorang pembimbing (mentor) yang merupakan alumni dari sekolah yang bersangkutan ataupun pihak luar yang memang diperbantukan untuk program ini. Umumnya para mentor masih duduk di bangku kuliah, namun tidak sedikit pula yang sudah mempunyai profesi (pekerjaan) dan berumah tangga. Mentor inilah yang nantinya akan melakukan proses pembinaan Islamiyah secara intensif kepada pesertanya.
Kegiatan Mentoring Agama Islam merupakan integrasi dari rangkaian pembinaan keimanan dan ketakwaan dan upaya untuk memberdayakan potensi generasi muda Islam agar menjadi manusia yang tangguh baik dari segi rohani maupun fisik serta berdaya saing tinggi.
-
Urgensi
Setidaknya ada tiga alasan utama (EMAS)yang menjelaskan urgensi pelaksanaan Mentoring Agama Islam.
-
Efektif
Tidak diragukan lagi bahwa menanamkan akidah dan moralitas kepada remaja atau pemuda adalah jauh lebih efektif daripada berdakwah kepada golongan tua yang telah sarat dengan kontaminasi kepentingan pragmatis dan ideologis.
Usia muda adalah periode emas untuk belajar dan menanamkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keagamaan. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagaikan mengukir di atas air“.
-
MAssive
Pembinaan melalui mentoring di sekolah-sekolah bersifat luas. Bayangkan hampir di setiap daerah ada sekolah, tidak hanya di daerah-daerah tertentu saja seperti Perguruan Tinggi. Jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi tentunya kuantitas siswa di sekolah lebih banyak bukan?
-
Strategis
Dapat dibayangkan bila kegiatan pembinaan keimanan dan moralitas siswa menemui banyak keberhasilan, dakwah di sekolah mengalami kemajuan dan berkembang, maka di masa depan kita akan melihat tumbuhnya generasi yang berintelektualitas dan mempunyai keimanan yang tinggi serta berakhlaqul karimah yang akan mengisi dan mewarnai lembaga-lembaga profesi di masa depan; perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, birokrasi, perguruan tinggi, LSM, wiraswasta, dan tentu saja di masyarakatnya sendiri, baik sebagai pemimpin hingga level grass root (basis massa).
Mereka akan menjadi agen-agen perubahan skala sistem, membersihkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dari kuman-kuman korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sudah akut. Mereka adalah generasi baru yang akan membawa bangsa kepada zaman baru, era baru yang lebih cemerlang, maju, adil, sejahtera, dan tentu saja berakhlak mulia.
-
Tips Bangun Pagi
Assalammu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
haduh, setelah bergelut dengan username&password untuk bisa log in ke sini, akhirnya bisa masuk juga…
ikhwahfillah yang dimuliakan Allah, ada sedikit tips bangun pagi dari saya. Oia, tips ini udah di test case loh, sama saya sendiri sih,,
jadi insyaAllah pastinya bisa dicoba sama yg lain
okeh..
sebelum tidur
1. niat bangun pagi. Kalo perlu niatnya spesifik, niat bangun jam ….. niat adalah hal paling penting dalam semua aktivitas kita khan..
2. cuci muka & sikat gigi
3. cuci kaki
4. minum air putih secukupnya
5. tepuk2 bantal & kasur sambil mengucapkan “a ‘uu dzubillaahi minassyaitaanirrajiim” (sunah rasul, tau khan?
6. kalo bisa jangan pake bantal/guling yg terlalu empuk. Lebih bagus ga usah pake bantal sekali-kali. Menurut riset, tidur tanpa bantal lebih baik karena darah lebih mudah mengalir ke otak, yang otomatis bikin otak lebih refresh setelah bangun
7. selimut sifatnya optional lah,,
8. pasang alarm!! kalo saya sih alarmnya pake vibrate, lagunya surat Yaa Siin (biar lama), di set dengan volume max, disimpan di tempat yang keras, meja (biar vibrate terdengar jelas, kalo di kasur khan empuk tuh, malah suka meredam suara&getar). kalo misalkan merasa seharian abis kerja rodi dan badan pegal2, silahkan pasang alarm lebih dari 1 dan simpan di tempat berbeda2. Kalo bisa agak jauh biar pas matiin alarmnya butuh perjuangan buat matiin karena letak alarmnya jauh. Secara gak langsung tubuh kita udah terlepas dari kasur yang melenakan itu.
saat akan tidur
1. posisi rebahan ke arah kanan (sunah rasul juga). Sunah loh, gak wajib
2. jangan tidur dengan posisi gak jelas, misal posisi udang (melengkung), tengkurep, nungging, dll. gak baik untuk sirkulasi darah di tubuh kita
3. usahakan posisi badan lurus
4. berdoa sesuai tuntunan Rasulullah (ayat kursi, al ikhlas, al falaq, an-naas, doa mau tidur)
5. kalo dirasa ‘kok kayaknya saya belum ngantuk2 amat’, silahkan melakukan muhasabah sambil nunggu ngantuk atau dengerin muratal Al-Qur’an
6. point 4 & 5 boleh dituker urutannya kok
saat terbangun karena Alarm
1. berusaha untuk melek
2. kalo letak alarm jauh, berusaha bangun buat matiin, abis itu jangan tidur lagi ya,,
setelah bangun
1. bersyukur & berdoa
2. lari ke kamar mandi dan lgsg wudhu
3. minum air putih
4. silahkan lakukan aktivitas selanjutnya
nb : kalo hal2 tadi masih gak mempan, opsi terakhir adalah minta satu rumah buat ngebabgunin kita. kalo perlu pake cipratan air (ayah saya suka gitu kalo saya lagi ndablek gak bangun2). Tapi suka malu juga kayaknya
nah, selamat mencoba!! ^^
Meledakkan Potensi Pemuda
Berbagai hal menyangkut perubahan, selalu dikaitkan peranan pemuda. Sejarah membuktikan itu. Di berbagai belahan dunia, perubahan sosial-politik menempatkan pemuda di garda depan. Peranannya menyeluruh, tak hanya mata air, tapi juga hulu, hilir sampai muara, bahkan pemuda sebagai air atau sumber energi perubahan. Tak tanggung-tanggung pemimpin besar seperti Bung Karno (Presiden RI Pertama) mengungkapkan kata-kata pengobar semangat “Berikan aku 100 orang tua, maka akan kupindahkan Mahameru. Tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia“. Begitu besarkah potensi pemuda? Tidak dapat disangkal lagi, kualitas generasi muda kita merupakan cerminan masa depan bangsa. Suatu bangsa yang gagal membina generasi muda – baik dari segi moralitas maupun kapabilitas – akan menjadi bangsa pecundang di kemudian hari.
Negara-negara maju di dunia sangat khawatir dengan kelanjutan masa depan negara mereka. Apalah artinya kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi, kekuatan militer, dan kepemimpinan atas dunia sementara generasi mudanya sedemikian rusak moralnya, bodoh, dan tidak bisa diharapkan di masa depan. Bayang-bayang kemunduran atau bahkan kepunahan sebagai bangsa tampak begitu mencekan dan menakutkan.
Bangsa kita pun juga dihadapkan pada masalah besar saat ini. Generasi muda kita tengah terjebak dengan berbagai masalah seperti narkoba, tawuran, seks bebas, budaya permissive yang kebablasan, kualitas SDM yang rendah. Selain itu korupsi dan kolusi yang merajalela, main mata penguasa dan pengusaha, kemaksiatan yang merata, dan intervensi asing yang leluasa, telah menegasikan keadilan dan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian bangsa. Saat ini kita seakan menemui kebuntuan dalam menentukan solusi yang terang.
Kebuntuan ini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Ada kerja besar yang harus dilakukan untuk sebuah perubahan besar di masa depan. Melahirkan generasi baru yang sama sekali berbeda. Menanamkan keimanan dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. Menumbuhkan ilmu pengetahuan di sel-sel otak mereka yang cerdas dan gemilang. Mengarahkan potensi generasi muda agar terarah dan berkembang.
Berbagai elemen bangsa harus bangkit dan saling bahu-membahu untuk mengembangkan berbagai program pembinaan generasi muda yang bermuara pencapaian kualitas iman dan takwa serta penguasaan ilmu pengetahun dan teknologi yang mumpuni. Maka kerja besar membangun peradaban besar sedang dimulai……..MENTORING, kata yang sudah tidak asing bukan.
to be continued
Tips Cegah Futur
“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah
besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah
karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan
tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang
sabar.” (Ali Imran: 146)
Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena
bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah,
tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah
menyukai orang-orang yang bersabar.
Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan
umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi
pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan
lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah
(harian). Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya
semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami
menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti
aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu
longgar antar lawan jenis. Bagaimana cara mencegah futur? Berikut sedikit tips yang mudah diingat dari Forkom.
CEGAH FUTUR dengan DZIKRUL MAUT
Dzikir setiap saat dan selalu berdoa.
Ziarah kubur untuk merenung dan mengambil pelajaran, BUKAN untuk minta berkah kubur looooh!!! Kegiatan ini bisa mengingatkan kita pada masa depan yang pasti bernama KEMATIAN…
Ingat kematian setiap saat dan melakukan amal saleh sebagai bekal di akhirat.
Kurangi melakukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
Renungi hakekat diri dan sadari kelemahan diri.
Ungkapkan keluh-kesah kita pada Allah.
Lakukan shalat Qiyamul lail.
Membaca dan menelaah isi Al-Quran setiap hari.
Ada di lingkungan orang-orang saleh dan jauhi tempat-tempat maksiat.
Utamakan meraih balasan akhirat, jauhi mengejar keduniawian belaka.
Takut segala amal ibadahnya tidak diterima Allah sehingga senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya setiap saat.
Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq
(lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan
rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu
menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bish shawab
Kambing Hitam dan Putih
Suatu hari, Agus seorang mahasiswa STAN berpapasan dengan seorang Bapak yang menggembala kambing.
Agus : “Pak, boleh nanya ga ?” (dengan takjub Ia bertanya )
Bpk gembala : “Boleh”
Agus : “Kambing-kambing Bapak sehat sekali, bapak kasih makan apa ?”.
Bpk gembala : “Yang mana dulu nich? Yang hitam atau yang putih?”
Agus : “Mmm yang hitam dulu deh……”
Bpk gembala : “Oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah”.
Agus : “Oooohh….. kalo yang putih?.
Bpk gembala : “yang putih juga……”
Agus : “Hmmm…kambing-kambing ini kuat jalan berapa kilo Pak?”
Bpk gembala : “Yang mana dulu nich? Yang hitam atau yang putih?
Agus : “Mmm… yang hitam dulu deh..”.
Bpk gembala : “Oh, kalo yang hitam 4 Km sehari”.
Agus : “Ooohh…kalo yang putih?”
Bpk gembala : “yang putih juga”.
Agus : Mendengar jawaban itu Agus mulai gondok lalu bertanya lagi “Kambing ini bisa menghasilkan berapa banyak bulu Pak?”
Bpk gembala : “Yang mana dulu nich? Yang hitam atau yang putih?
Agus : Dengan nada kesal “yang hitam dulu deh”
Bpk gembala : “Oh, kalo yang hitam banya, 10 Kg/th”.
Agus : “Kalo yang putih?”
Bpk gembala : “Yang putih juga”
Agus : ( Agus tak tahan lagi ) “BAPAK INI KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING JADI 2, PADAHAL JAWABANNYA SAMA AJA?????????”
Bpk gembala : “Oh gini Dik, soalnya yang hitam itu punya saya.” ( dengan nada lembut )
Agus : “Oh begitu, maafkan saya kalo begitu, habisnya saya emosi”. “Jadi yang putih punya siapa Pak?”
Bpk gembala : “Yang putih juga”.
Agus : ( Guubraaaak!!!??? Jatuh pingsan!!!! )




