Tutorial: Let’s Start From Ohayou Gozaimasu
“Ohayou gozaimasu”
“Arigatou gozaimasu”
“Ganbatte ne!!”
Apakah kata-kata tersebut tidak asing di telingamu?
Yup, itu adalah beberapa kata dalam Bahasa Jepang yang sudah sangat familiar bagi banyak orang, mungkin tidak terkecuali kamu. Buat kamu-kamu yang ingin mempelajari bahasa ini lebih jauh, berbahagialah, karena pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi ilmu tentang penggunaan bahasa yang satu ini dengan teman-teman. Mungkin ilmu saya belum seberapa, tapi mudah-mudahan ada manfaatnya. Nama saya Astrid Fauzia, Sastra Jepang FIB UI 2005, sampai sekarang belum lulus (hehe, doakan saja lulus Agustus 2010). Biasanya dipanggil Acid. Yoroshiku ne…
Sebelum benar-benar memulai pelajaran, saya ingin memperkenalkan bahasa asing ini pada teman-teman. Ada banyak hal yang menarik dalam Bahasa Jepang, tapi saya hanya akan memperkenalkan dua ciri khas saja. Pertama, berbeda dengan bahasa Indonesia, huruf yang dipergunakan dalam Bahasa Jepang terbagi dalam tiga bagian: hiragana, katakana, dan kanji. Masing-masing jenis huruf itu memiliki kegunaan masing-masing. Hiragana, misalnya, digunakan untuk partikel dan furigana (cara baca kanji), katakana untuk kata-kata serapan dari bahasa asing, dan kanji untuk melambangkan konsep, baik itu kata kerja, sifat, maupun benda. Contoh:
Kata ini dibaca “GANBARIMASU” dengan padanan dua kanji (dua huruf terdepan,
dibaca “GAN” dan “BA”) dan tiga hiragana (tiga huruf terakhir, dibaca “RI, “MA”, dan “SU”). Artinya, hold out dan insist on. (basa indonesia yang pas ape nih? Berusaha sekuat tenaga?????)
Kata ini ditulis sepenuhnya dengan katakana, dibaca “KOMPYUUTAA”,
dan merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris, “COMPUTER”.
Mungkin ada beberapa orang yang kesulitan untuk mengingat bentuk kanji, cara tulis dan baca, serta arti yang dikandungnya. Akan tetapi, jika kita memandang kanji seperti hieroglyph (satu gambar mewakili arti tersendiri), mungkin kanji akan lebih mudah diingat.
Kedua, tata bahasanya tidak sama dengan Bahasa Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Bahasa Indonesia menggunakan pola S-P-O-K dalam kalimat pada umumnya. Akan tetapi, dalam Bahasa Jepang, pola kalimatnya menjadi S-K-O-P. Sebagai contoh:
Saya makan bakso di kantin
Sekilas mungkin terkesan sulit untuk dipelajari, tapi jika ada keinginan untuk mempelajari dan cara belajar yang tepat, insyaaLlaah tidak sesulit yang dibayangkan. Saya juga pada awalnya sempat kesulitan untuk mempelajari bahasa yang satu ini, sampai-sampai salah seorang sensei (guru) saya pernah menegur saya dengan cukup keras di hadapan kelas karena salah menulis huruf. Akan tetapi, karena kami menggunakan banyak media dalam belajar, belajar Bahasa Jepang jadi lebih mudah dan menyenangkan. Pernah suatu kali, kami belajar lewat film yang diputar di kelas, bahkan lewat syair lagu. Suasana kelas jadi menyenangkan dan pelajaran pun lebih mudah diserap.
Di website ini, kita akan mulai belajar dari huruf hiragana dan beberapa ekspresi sederhana yang umum diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, kita akan mempelajari katakana, kanji, dan huruf, sambil tetap memperdalam kemampuan percakapan. Jika kesemua huruf-huruf tadi sudah dipelajari, maka kita akan memasuki dunia tata bahasa lebih jauh lagi.
Akhir kata, saya ingin berpesan bahwa dalam mempelajari bahasa, dibutuhkan kesabaran yang lebih. Karena, kita harus belajar dari tingkat yang paling dasar, dari mengeja suku kata, mengingat angka, menulis huruf, dan lain-lain. Maka, kedudukan kita, meskipun (mungkin) sudah bisa dibilang dewasa, tidak ubahnya seperti anak kecil yang baru belajar membaca. So, just keep on doing it, ok?! Ganbarimashou! ^_^


yosh! ganbarimasu, sensei!
Thx Acid buat tutornya. Lanjut gan
Iya lucu kak kayak anak kecil belajarnya
hoho….meninggalkan jejak…
abis nonton drama jepang, googling..terdampar d blog ini ^_^
salam kenal
n moga lulus tahun 2010 amin
semangat!!! yoshhh….